Sekap Pembantu, Finna Dipolisikan

Sekap Pembantu, Finna Dipolisikan

- detikNews
Senin, 20 Apr 2009 16:04 WIB
Sekap Pembantu, Finna Dipolisikan
Jakarta - Finna O Bong diduga telah melakukan penculikan dan penyekapan yang dilakukan terhadap anak buahnya, Alan Riyanto (20). Ayah korban, Jaenudin (46) pun akhirnya melaporkan Finna ke Polda Metro Jaya.

"Sudah dua minggu lebih dari tanggal 2 April anak saya tidak dikembalikan oleh ibu Fifi (panggilan Finna)," ujar Jaenudin di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, Senin (20/4/2009).

Awal penyekapan, lanjut Jaenudin, Finna menuduh anaknya Alan, sebagai pencuri perhiasan emas di rumahnya di Perum Taman Modern B7 No 7 Cakung, Jakarta Timur. Dugaan tersebut didasarkan atas pengakuan pembantu Finna, Ana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alan memang, sehari-hari bekerja di kantor milik Finna sebagai karyawan. Kemudian, karena tidak merasa melakukan pencurian, Alan membantah tudingan Finna.

Namun sang majikan menggunakan cara kekerasan. Dia memanggil oknum perwira kepolisian yang bertugas di satuan Brimob AKP Sus dan Briptu Sam. Hingga akhirnya, Alan terpaksa menyebut bila perhiasan itu diberikan kepada ayahnya Jaenudin yang tinggal di Losari, Cirebon.

Jaenudin pun lantas disusul ke Cirebon oleh Finna dan 2 oknum polisi tersebut. Dan pada Jumat 3 April Jaenudin dibawa ke Jakarta.

Pada Minggu 5 April, Jaenudin sempat dibawa ke kontrakan anak pertamanya, Riyan Arisman di kawasan Buaran, Jakarta Timur. Dan sempat pada Minggu pagi, Jaenudindibawa ke Markas Komando (Mako) Brimob Kwitang.

"Disitu saya bertemu anak saya (Alan). Awal ketemu Alan baik-baik saja, pas keluar, kakinya sudah luka," katanya.

Setelah itu, Jaenudin kemudian disuruh mengaku bahwa dirinya dititipi barang (emas) dari Alan. Karena tidak juga mengakui, Jaenudin kemudian dianiaya hingga babak belur.

Jari tengahnya patah karena mendapat pukulan dari anggota Brimob serta kepalanya pun dipukuli oleh gagang pistol hingga berdarah. Karena tidak tahan, akhirnya Jaenudin mengaku.

"Lalu saya pun akhirnya bilang kalau barangnya ada di Pakde saya, Kusnadi yang ada di Losari," jelasnya.

Lalu cerita berlanjut dengan penjemputan Kusnadi pada Senin 6 April malam. Dan Keesokan harinya, Kusnadi dan Jaenudin kembali dibawa ke Jakarta untuk menunjukkan barang bukti emas milik Finna yang hilang itu.

Tapi kembali terulang, Kusnadi mengaku tidak tahu menahu hingga dia pun mengalami siksaan. Kini nasib Kusnadi, Alan, dan pembantu Finna, Ana juga tidak jelas.

(mei/ndr)



Berita Terkait