Salah satu guru SMP tersebut, Subihandono, mengatakan, beberapa hari sebelumnya, pihak sekolah telah melihat tanda-tanda ruang kelas IX A dan B hampir ambruk. Kursi dan bangku serta kegiatan belajar mengajar pun dipindah.
"Ternyata benar. Minggu (19/4) dini hari, kelas tersebut ambruk," katanya di lokasi, Jl Purwoyoso, Ngaliyan, Semarang, Senin (20/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ujiannya dipindah ke ruang lain," jelas Subihandono yang juga guru bahasa Inggris itu.
Subihandono memastikan ambruknya kelas IX A tak mengganggu aktivitas sekolah. 300 siswa tetap bisa 'menikmati' pelajaran dan UN.
Dari pantauan, kerusakan paling parah tampak di kelas IX A. Genting dan kayu berserakan di kelas yang dibangun pada tahun 1980-an itu. Dua ruang yang mengapit kelas IX A, yakni kelas IX B dan ruang pramuka, tak bisa dipakai.
"Renovasi atau pembangunan masih menunggu kebijakan Pemkot Semarang," demikian Subihandono.
(try/djo)











































