terbata-bata. Sesekali tangan dan mimiknya membantu membuat isyarat untuk
menyampaikan pesan.
"Saya optimistis bisa capai nilai," kata seorang siswa, Boy. Boy adalah siswa SLB Tuna Rungu Santi Rama, Jalan Fatmawati Raya, Jakarta Selatan. Boy ditemui di sela-sela ujian nasional (UN), Senin (20/4/2009).
Di sekolah ini, terdapat 16 siswa kelas 12 yang mengikuti UN. Pada hari pertama ini, 5 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki mengikuti Bahasa Indonesia. Untuk mengerjakan soal sama seperti sekolah lain yaitu menggunakan kertas soal dan melingkari jawaban dengan pensil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di SLB Tuna Rungu yang bermurid 50 siswa tak mengenal jurusan IPA/IPS. Tapi lebih dikhususkan ke arah SMK seperti jurusan tata boga, menjahit dan teknik. "Pengawas ujian ada 4 orang dari sekolah lain karena hanya ada 2 kelas," pungkasnya.
Usai mengerjakan ujian, siswa pun kembali seperti siswa SLTA lainnya. Pulang
menumpang sepeda motor, merapikan rambut dan dandan atau bercanda sesama teman.
Standar kelulusan UN tahun ini naik menjadi 5,5 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dengan nilai minimal 4,00 paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya.
(asp/aan)











































