Sebelumnya, banjir di kota tersebut melanda 6 kelurahan. Namun kini wilayah genangan air terjadi di 8 kelurahan.
Dua kelurahan terakhir adalah Kelurahan Sempaja Utara di Kecamatan Samarinda Utara serta Kelurahan Sidodadi di Kecamatan Samarinda Ulu.
Kawasan paling parah dialami Kecamatan Samarinda Utara. Di kecamatan ini sebanyak 14.551 rumah terendam banjir hingga ketinggian 1,5 meter. Akibatnya, belasan ribu jiwa terpaksa mengungsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banjir semakin meluas. Sebelumnya untuk di Kecamatan Samarinda Utara, 8.088 rumah terendam. Sekarang menjadi 14.551 rumah,'' kata petugas Kecamatan Samarinda Utara, Bambang Eko, kepada detikcom di pos simpang tiga posko banjir, Jl Sentosa-Jl Mayjend Sutoyo, Samarinda, Senin (20/04/2009).
Berbagai aktivitas warga juga menjadi terganggu. Tidak sedikit kendaraan roda dua dan empat mogok lantaran nekat menerobos banjir.
"Risiko pak. Mau lewat mana lagi. Mau jemput anak saya sekolah, kalau lewat jalan memutar terlalu jauh," ungkap Kifli, seorang PNS yang ditemui di Jl Dr Sutomo, Kelurahan Sidodadi.
Belum Ada Penerbangan
Banjir juga mulai merembet ke arah Bandara Temindung. Jalan akses menuju bandara, tepatnya Jl Gatot Subroto menuju Jl Pipit Kelurahan Bandara, terendam airr hingga 70 cm. Meski aktivitas bandara belum ditutup, namun sejak pagi tadi tidak ada satu pun maskapai yang menerbangkan penumpang dari Samarinda.
"Tidak ada penerbangan. Kalau landas pacu sih,belum terendam," kata Kepala Stasiun Meteorologi Bandara Temindung Samarinda, Raden Ishak.
Raden menuturkan, banjir disebabkan curah hujan di atas rata-rata yang terjadi Jumat 17 April lalu. Di kawasan perkotaan, curah hujan tercatat 32 mm. Sementara di kawasan Kecamatan Samarinda Utara, tercatat curah hujan 80 mm.
"Curah hujan sedang hingga lebat akan terus terjadi sepekan mendatang," tutup Raden.
(djo/djo)










































