Bach yang lahir pada 31 Maret 1685, menjadi seorang pemain organ dan komposer jenius. Puncak karirnya sebagai musisi klasik adalah saat menjadi menjadi direktur musik di Thomaskirche, Leipzig pada 1723. Bach wafat pada 28 July 1750, dan pada 1949 makamnya dipindahkan ke dalam gereja Thomaskirche sebagai bentuk penghormatan.
Makam Bach di Leipzig pun menjadi tujuan para turis terutama para penggemar musik klasik dari seluruh dunia. Leipzig jaraknya hanya dua jam perjalanan kereta dari Berlin ke arah selatan. Begitu menjejakan kaki di Leipzig, Minggu (19/4/2009), pengaruh Bach langsung terasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak lama berjalan kaki, saya pun tiba di Thomaskirche. Patung Johann Sebastian Bach tegak menjulang setinggi 5 meter di halaman gereja menyambut kedatangan para penggemarnya. Kebanyakan para turis dari asia timur seperti Jepang dan Korea.
Makam Bach berada di dalam gereja tepatnya di ruang altar. Sebuah plat logam seukuran peti mati, melekat di lantai gereja dan bertuliskan Johann Sebastian Bach. Persemayaman Bach ini dipagari dengan tali agar para turis tidak terlalu dekat dengan makam. Namun mereka bebas mengambil gambar.
Jika di gereja tidak sedang digelar misa, para pengunjung Thomaskriche akan disuguhi orkestra karya-karya Bach yang dimainkan dari balkon gereja. Musik yang mengalun merdu menambah suasana semakin syahdu.
Terbayang rasanya bahwa 2 abad lalu, yang berdiri di atas balkon dan memimpin pemain orkestra itu adalah sang maestro, Johann Sebastian Bach. Komposer legendaris yang kemudian menjadi inspirasi bagi Mozart, Beethoven dan Chopin.
(fay/rdf)











































