Depkes Bantah Ada Flu Singapura

Depkes Bantah Ada Flu Singapura

- detikNews
Minggu, 19 Apr 2009 22:08 WIB
Depkes Bantah Ada Flu Singapura
Jakarta - Departemen Kesehatan RI membantah adanya penyakit 'Flu Singapura'. Penyakit yang mudah menular pada anak dan bayi ini tergolong masih merupakan Penyakit Tangan Kaki dan Mulut (PTKM) atau Hand Foot Mouth Disease (HFMD) .

"Di dunia kedokteran tidak ada istilah 'Flu Singapura' , ini adalah Penyakit Tangan Kaki dan Mulut (PTKM) atau Hand Foot Mouth Disease (HFMD) yang disebabkan oleh virus," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Setjen Departemen Kesehatan Lily S. Sulistyowati melalui siaran pers yang dikirimkan ke kantor detikcom, Minggu (19/4/2009).

Dikatakan Lily, Pada dasarnya penyakit ini bukan merupakan penyakit yang berat. Pasien dapat sembuh dalam waktu 7-10 hari dengan mengkonsumsi makanan yang cukup protein dan kalori.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyakit yang belakangan banyak dijumpai di kawasan Depok, Jawa Barat, ini juga bukan penyakit baru. Meski demikian, masyarakat dihimbau untuk tetap bersikap waspada.

"Tidak ada pencegahan khusus untuk PTKM , hanya risiko tertular dapat diturunkan dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat," papar Lily.

Upaya pencegahan dan penanggulangan antara lain dengan melakukan cuci tangan dengan sabun, menutup mulut dan hidung bila batuk dan bersin. Selain itu, tidak menggunakan secara bersama-sama alat-alat rumah tangga seperti cangkir, sendok, garpu serta alat kebersihan pribadi yaitu handuk, lap muka, sikat gigi dan pakaian, terutama sepatu dan kaus kaki.

Tanda-tanda penyakit PTKM antara lain demam, kemerahan dan pelepuhan di telapak kaki, tangan dan kulit bagian dalam rongga mulut, tidak nafsu makan, lesu dan nyeri tenggorokan. Setelah satu-dua hari demam, timbul keluhan nyeri di mulut mulai dari melepuh sampai berlendir di lidah, gusi atau bagian dalam mulut lain.

"Bila ditemukan tanda-tanda yang membahayakan penderita, seperti gejala neurologi, muntah berulang, sesak nafas, dan halusinasi, pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit terdekat dan kalau anak demam selama 2-3 hari juga sebaiknya dikonsultasikan ke petugas kesehatan terdekat," pungkasnya.
(nov/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads