"Saya sudah menyurati PM Abhisit, saya berharap situasi dalam negeri Thailand segera dapat diatasi," ujar SBY dalam jumpa pers di kediaman pribadinya, di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/4/2009).
SBY menambahkan akan mendukung segala upaya dan pertemuan yang bisa segera diselenggarakan, demi kebaikan semua negara ASEAN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY sempat terbang untuk menghadiri KTT ASEAN pada 11 April 2009 lalu. Saat sampai, SBY tertahan di Bandara U Thapao, Thailand. Dia sempat ditawari naik helikopter untuk menuju hotel tempat acara dilaksanakan, Royal Cliff Beach Hotel, Pattaya. Namun, SBY menolak karena tidak yakin dengan pengamanan di hotel itu.
Hotel yang sudah ditempati pemimpin negara China, Korea Selatan dan Jepang ini berhasil dimasuki demonstran proThaksin Sinawatra yang antipemerintah. Beberapa jam kemudian PM Abhisit memutuskan KTT ASEAN dibatalkan. Ketiga para pemimpin negara yang terjebak di hotel dievakuasi dengan heli.
Tak terkecuali SBY yang memutuskan kembali ke Jakarta. Keberadaan SBY yang cuma 4 jam di Thailand sempat menimbulkan kelakar. "Ini adalah makan siang termahal," canda SBY.
(nwk/rdf)











































