Hujan deras mengguyur kawasan ini, sepanjang Sabtu (18/4/2009) sore. Sejumlah warga Erat Mate dan Malaka, mengatakan, tanah di atas bukit tiba-tiba longsor menimbun rumah yang umumnya berada di lereng bukit.
Warga memperkirakan tanah di atas bukit menjadi labil akibat hujan deras. Apalagi, tak ada lagi pohon besar.
Tak cuma longsoran tanah. Air deras dari atas bukit yang bercampur lumpur dan bebatuan juga menerjang perkampungan warga. Aliran air berlumpur serta bebatuan kini menutup sekitar dua kilometer jalan Desa Mekar Sari.
Kepala Desa Mekar Sari, Mahri mengatakan, pihaknya saat ini baru bisa mendata rumah warga yang terkena tanah longsor di Dusun Erat Mate, belum sampai ke Dusun Malaka. Pendataan sementara dihentikan, karena medan yang cukup sulit dan malam yang gelap.
"Tapi yang pasti tidak ada laporan terkait korban jiwa. Kalau yang luka-luka, kami belum data jumlah pastinya," kata Mahri.
Hasil pendataan sementara di Dusun Erat Mate saja terdapat 19 rumah warga yang tertimbun. Sementara di Dusun Malaka belum diketahui. "Pendataan akan kami lanjutkan besok" kata Mahri.
Sementara, warga yang rumahnya terkena tanah longsor saat ini mengungsi ke rumah tetangga. Sejumlah ternak sapi yang kandangnya ikut rusak kini juga diungsikan di tempat yang dinilai aman.
Belum diketahui, kerugian akibat musibah tersebut. Perkiraan sementara, seratusan juta. Mahri berharap segera ada bantuan pemerintah guna meringankan beban warganya.
(irw/irw)











































