Pihak kepolisian mencatat, sebagian besar rumah dan fasilitas umum yang rusak tersebut berada di pinggiran sungai Inhil, yang membelah Tembilahan.
"Kami perkirakan, lebih dari ratusan rumah penduduk rusak berat. Hanya dalam hitungan 20 menit, hujan badai ini sempat menggemparkan kota Tembilahan," kata Wakapolres Inhil Kompol Muhamad Anis saat dihubungi detikcom, Sabtu (18/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengakui selain rumah penduduk, Asrama Polres mengalami kerusakan yang sama. Seng-seng asrama beterbangan, malah ada sebagian yang jatuh ke bawah. Dia mengatakan sampai saat ini listrik di kota Tembilahan belum menyala kembali.
"Kita malam ini pakai genset," tuturnya.
Kendati sempat terjadi kepanikan, suasana kota sudah kondusif. Masyarakat tampak membereskan rumahnya masing-masing. Menurut catatannya, ada 5 warga yang menjadi mengalami luka-luka.
"Namun identitasnya kita belum mengetahui. Mereka dirawat di rumah sakit," pungkasnya.
(irw/irw)











































