Hujan badai ini terjadi Kamis (18/4/2009) mulai pukul 16.30 WIB. Namun, angin puting beliung hanya berlangsung sekitar 20 menit.
Kawasan rumah penduduk yang banyak rusak khususnya yang berada di pinggiran sungai Indragiri. Tercatat saat ini ada 10 rumah warga yang atapnya terbang terbawa angin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut seorang warga, Ahmad Indra, hujan baru reda menjelang azan maghrib. Namun, badai yang berlangsung 20 menit dan membuat sejumlah warga panik.
Angin kencang itu diperkirakan berasal dari arah sungai yang selama ini dipakai sebagai jalur perdagangan. Warga yang berada di pinggiran sungai itu lari ketakutan sambil membawa keluarganya ke luar rumah. Mereka menyelematkan diri ke masjid Al Qulam. Di masjid tersebut terdapat puluhan warga yang membawa keluarganya sambil berteriak allahuakbar.
"Suasana saat itu sangat mencekam. Kami menyaksikan sendiri seng-seng beterbangan. warga ada yang menjerit dan menangis dan sempat ketakutan ketika kubah masjid juga terbang," kata Ahmad kepada detikcom.
Menurutnya, selain rumah penduduk yang rusak, beberapa pohon di tengah kota juga roboh. Pohon-pohon itu menimpa kabel listrik yang mengakibatkan listrik padam sejak pukul 17.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB.
"Dua hari sebelumnya di kota tembilahan ini panasnya cukup terik tidak seperti biasanya. Namun menjelang sore warga sempat melihat awan hitam mengepung Tembilahan," jelas Ahmad.
Malam ini sejumlah petugas dari dinas pekerjaan umum melakukan pembersihan di tengah kota sembari memotong kayu-kayu yang tumbang di tengah badan jalan.
Kawasan pasar terapung yang selama ini sebagai tempat berjualan sembako serta barang-barang eks luar negeri itu dikabarkan seluruh atapnya beterbangan. Sampai saat ini belum diketahui berapa korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
(irw/irw)











































