"Mengorbankan jadi cawapres itu Golkar dianggap menjadi pecundang dan meminta-minta," ujar pengamat politik J Kristiadi dalam sebuah diskusi di Warung Daun, Jl. Pakubowono, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2009).
Menurut Kristiadi, untuk menghindari kesan pecundang Partai Golkar harus bersikap tegas sebelum 23 April. Partai Golkar juga bisa bergabung dengan partai lainnya, seperti PDIP, untuk beroposisi.
"Sehingga ada alternatif yang harus menghajar orang yang percaya diri. Pesan moralnya disitu," tutur Kristiadi.
Di sisi lain, Kristiadi mengkrtik sikap SBY atas perolehan sementara suara Partai Demokrat. Menurutnya SBY seolah-olah sudah merasa menjadi pemenang sehingga bisa menentukan segalanya.
"Ya sangat percaya diri dan terlalu dan menganggap semua pecundang. Saya kira sih tidak sehat lagi, sikap itu bisa menjadi otoriter," terang Kristiadi.
Belum Siap Jadi Oposisi
Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Marzuki Darusman, yang juga hadir dalam diskusi tersebut menanggapi pernyataan Kristiadi. Menurut Kiki, panggilan Marzuki, Partai Golkar saat ini belum siap beroposisi.
"Saya kira tidak bisa, Partai Golkar harus belajar selama 5 tahun ke depan lagi. Golkar didirikan sebagai partai kenegaraan oleh karenanya kita harus belajar diri menjadi partai yang mandiri," ungkap Marzuki.
(fiq/djo)











































