Andreas Notter diselamatkan hari ini di pinggiran Kota Indanan di Pulau Jolo, Filipina selatan menyusul operasi gabungan militer dan kepolisian setempat.
Demikian disampaikan pejabat-pejabat pemerintah Filipina seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (18/4/2009).
Notter akan diterbangkan ke Kota Zamboanga nanti. Di sana ia akan bertemu kembali dengan rekan-rekannya dari Komite Palang Merah Internasional atau International Committee of the Red Cross (ICRC).
Namun nasib seorang pekerja Palang Merah lainnya, Eugenio Vagni hingga kini belum diketahui. Pria berkebangsaan Italia itu juga dalam penyanderaan Abu Sayyaf. Kondisi Vagni yang berusia 62 tahun itu diyakini tidak sehat. Sebab dirinya perlu menjalani operasi hernia.
Vagni dan Notter bersama seorang rekan mereka asal Filipina, diculik kelompok Abu Sayyaf pada 15 Januari lalu. Mereka diculik saat bertolak dari sebuah penjara di Jolo. Rekan Filipina mereka, Mary Jean Lacaba, telah dibebaskan pada 2 April lalu.
Kantor Kepresidenan Filipina Gloria Arroyo menyambut operasi penyelamatan itu. "Ini terobosan besar yang kami harap pada akhirnya akan mengarah ke penyelamatan sandera terakhir, Eugenio Vagni," kata juru bicara kepresidenan Cerge Remonde.
Abu Sayyaf sebelumnya telah mengancam akan memenggal salah satu sandera asing jika pasukan pemerintah Filipina tidak ditarik dari posisi mereka di Jolo.
(ita/ita)











































