Namun stigma garang itu tidak menyurutkan niat Dubes AS untuk Indonesia Cameron Hume untuk adu nyali di kolam berisi puluhan hiu. Semua itu dilakukannya untuk memperingati Hari Bumi bertema 'under the sea'.
Dubes yang baru berdinas 1,5 tahun itu tampak tidak canggung menyelam ke aquarium raksasa yang berisi 25 hiu dari 4 jenis di Sea World Ancol. Maklum saja, selain sudah sering menyelam, di dalam air Hume juga berada di dalam kerangkeng baja yang membentengi dirinya dari gigi tajam para hiu tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Basah, sepi, tenang," begitulah jawaban Hume ketika ditanya perasaannya ketika dikelilingi hiu-hiu tadi.
Dia mengaku tidak takut dengan hiu. Baginya hiu bukan hal baru karena kerap melihatnya saat sedang menyelam di laut Indonesia.
"Ini bukan yang pertama kali (melihat hiu). Saya sudah menyelam di Aceh, Lombok, Bali. Dan beberapa kali melihatnya," ujarnya.
Bagi Hume, pilihan menyelam di aquarium hiu itu juga terkait dengan akan digelarnya World Oceanic Conference (WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI) di Manado bulan depan.Β Menurutnya, laut adalah bagian penting dari di Indonesia.
"Laut itu dunia yang berbeda. Lebih berwarna. Dan 2/3 bumi adalah lautan," jelasnya.
Dalam rilis kedubes AS yang diterima detikcom, dijelaskan kalau pemerintah AS menggelontorkan dana US$ 40 juta untuk program CTI selama 5 tahun. Pemerintah AS juga sudah bekerja sama dengan Departemen Kelautan dan Perikanan Indonesia untuk meningkatkan kemajuan pemeliharaan terumbu karang.
(gah/djo)











































