"Kita jadi susah mencari penumpang. Haltenya dikuasai taksi," kata L. Hasibuan (28), salah satu kernet mentromini di depan Ratu Plaza, Jl Jenderal Sudirman, Jumat (17/4/2009).
Selain didepan Ratu Plaza, sejumlah titik lain yang menjadi tempat mangkal tidak resmi seperti di depan gedung Sumitmas, halte busway Setiabudi dan Benhil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Habis kalau muter cuma ngabisin bensin, bikin macet. Namanya juga Jakarta, Mas," kelit Ridho, salah satu sopir taksi yang mangkal di halte busway Setiabudi, Jl Sudirman.
Bila hujan ataupun jam pulang kantor, jumlah taksi mangkal sembarangan tak berkurang dan malah makin banyak. Jalanan pun makin semrawut dan sulit terurai dari macet.
"Harusnya ada yang membersihkan macetnya itu loh bikin gregetan," ucap Salim(36), akuntan yang melintas di depan hotel Nikko, Jl MH Thamrin dan sering terjebak macet gara-gara taksi mangkal.
(Ari/Rez)











































