Sondhi Limthongkul, pendiri gerakan bernama Aliansi Demokrasi Rakyat atau People's Alliance of Democracy (PAD) itu, terluka akibat berondongan peluru tersebut.
PAD merupakan gerakan yang memimpin aksi demo besar-besaran sebelum tergulingnya Thaksin dalam kudeta militer tahun 2006. PAD yang anti-Thaksin itu juga sempat menguasai dua bandara di Bangkok dalam aksi menjatuhkan para sekutu Thaksin dari kekuasaan tahun 2008 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian disampaikan komandan kepolisian setempat Kolonel King Kwaengwisatchaicharn seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (17/4/2009).
"Setidaknya dua penyerang membuntuti kendaraan Sondhi dan memberondongnya dengan sekitar 100 butir peluru dari senjata AK-47 dan M-16. Dia terluka di bahu namun saat ini dia lolos dari bahaya," kata King.
"Sopirnya dalam kondisi serius namun stabil dan seorang asisten Sondhi menderita luka-luka ringan. Mobil rusak berat, semua bannya kempes dan kaca depan pecah," imbuhnya.
Insiden ini terjadi menyusul aksi demo berdarah oleh para pendukung Thaksin yang belum lama berakhir. Demo tersebut telah menewaskan dua orang dan melukai 123 orang lainnya di Bangkok.
(ita/iy)











































