Hal itu mengemuka dalam pembicaraan bilateral antara Menhan RI Juwono Sudarsono dengan Menhan Prancis Herve Morin di Paris dalam kunjungan kerja dua hari, 15-16/4/2009.
Kunjungan Menhan RI ini dalam rangka memenuhi undangan Morin untuk membina, meningkatkan dan mempererat hubungan bilateral Indonesia-Prancis dalam bidang pertahanan, tutur Koordinator Fungsi Pensosbud Kusuma Nursiawati Habir kepada detikcom Kamis malam atau Jumat pagi (17/4/2009) WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus mengenai masalah Lebanon, Prancis sangat menghargai partisipasi aktif pasukan Indonesia di Lebanon dan mengharapkan agar keberadaan pasukan Indonesia dapat tetap dipertahankan di negara tersebut, setidaknya sampai situasi keamanan di Lebanon benar-benar pulih.
Militer RI - Prancis
Dalam hal kerjasama bilateral, kedua belah pihak sepakat untuk menjajaki bentuk-bentuk kerjasama konkrit seperti pendidikan dan pelatihan untuk personel dan teknologi militer, seminar dan dialog bilateral antara kedua negara dalam bidang pertahanan, penelitian dan pengembangan, komunikasi medan, dan pengembangan industri pertahanan.
Terkait hal itu telah dibentuk semacam komite dari kedua belah pihak di mana komite tersebut diharapkan menjadi wadah realisasi kerjasama kedua negara.
Mengenai pengembangan industri pertahanan, Menhan Prancis mengemukakan kemungkinan adanya bantuan dana dari perbankan Prancis untuk mengembangkan industri pertahanan dengan mengikutsertakan perusahaan Indonesia.
Pada kesempatan itu Menhan RI juga bertemu dengan pihak Renault Trucks Defense (RTD), pemasok tank pasukan perdamaian RI di Lebanon. Prospek kerjasama dalam pengadaan kebutuhan angkatan bersenjata Indonesia merupakan isu utama pertemuan Menhan RI dengan pimpinan RTD.
Juga dijajaki kerjasama antara RTD dengan perusahaan di Indonesia dalam bidang produksi panser. Selama ini terdapat dua perusahaan Prancis yang beroperasi di Indonesia dalam bidang pertahanan, yakni European Aeronatic Defense and Space Company (EADS) dan Thales. (es/es)
