Seperti dilansir AFP, Jumat (17/4/2009), New York Times juga berencana untuk lebih menghidupkan lagi versi online yang mereka miliki. Sebelumnya manajemen versi cetak dan online dipisahkan. Namun ke depan akan digabungkan dalam sebuah newsroom.
Alasan penggabungan ini semata-mata adalah untuk penghematan. "Ini dilakukan untuk menghemat jutaan dolar. Kita bisa menghemat banyak tinta, kertas, biaya reporter freelance dan sebagainya," kata Eksekutif Editor New York Times, Bill Keller.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ke depan akan dicoba lagi untuk melakukan pengurangan-pengurangan di berbagai bidang," kata Keller.
Tren makin muramnya bisnis koran memang tak dapat dipungkiri. Bisnis koran dunia lesu akibat media online menggerus bisnis cetak yang sudah puluhan tahun merajai bisnis media.
(anw/ape)











































