"Kita akan membawa sampel makanan ke RSCM untuk diteliti dari mana racun tersebut berasal. Hasilnya baru bisa diketahui seminggu lagi," kata Dirut RS Paru Cisarua, dr Yulino Amri, Kamis (16/4/2009).
Yulino juga mengatakan, para pasien tidak perlu mengkhawatirkan biaya pengobatan. Menurutnya, hal tersebut ditanggung oleh Pemkab Bogor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikcom, para pasien masih memenuhi ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RS Paru Cisarua. Belum ada satu pun dari mereka yang diizinkan pulang.
Sebelumnya diberitakan, ratusan warga Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, mengalami gejala keracunan usai menghadiri pesta perkawinan yang digelar warga setempat. Gejala itu mereka alami usai menyantap makanan yang dihidangkan tuan rumah.
(djo/nrl)











































