Fajar, salah satu warga di kawasan itu menuturkan, gangguan pesawat tempur itu terjadi pada Sabtu (11/4/2009) dan Minggu (12/4/2009) pagi.
"Saya dan orangtua terganggu karena suaranya bising. Lebih-lebih kita ketakutan. Takut pesawat jatuh ke perumahan warga. Orangtua saya takut mengalami kejadian seperti di Bandung (fokker TNI jatuh di hangar PT DI)," ujar Fajar kepada detikcom, Kamis (16/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya nggak tahu apakah itu (Sukhoi terbaru milik TNI AU). Tapi yang saya lihat pesawat tempur. Kalau saya bandingi dengan pesawat lain, ya sudah pasti pesawat tempur TNI AU," jelasnya.
Fajar juga menuturkan, pesawat bolak-balik terbang ke kawasan rumahnya selama 10 menit. Selain dia, warga lainnya juga ke luar rumah untuk melihat pesawat yang suaranya memekikkan telinga itu.
"Pesawat bolak-balik, nanti hilang, nanti puter lagi di situ. Terbang agak lama, 10 menit ada," jelas Fajar.
Fajar mengaku, pesawat komersial sering terbang di atas kawasan rumahnya. "Namun pesawat itu tidak sebising dan serendah pesawat TNI AU yang Sabtu dan Minggu terbang," katanya.
Fajar meminta pihak TNI AU mengkorfimasi terlebih dulu kepada masyarakat jika pesawat sedang latihan.
"Apakah TNI AU berhak melakukan latihan tempur/akrobatik di lingkungan padat penduduk. Apalagi tanpa ada konfirmasi kepada warga terlebih dahulu?" tanyanya.
(nik/iy)










































