"Ini heroin murni dan kelas wahid," ujar Direktur IV Narkoba Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Harry Montolalu dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2009).
Menurut Harry, umumnya pengedar di lapangan mencampur lagi heroin dengan obat yang mirip dengan barang tersebut. "Sehingga (kuantitasnya) mencapaiΒ 3 kali lipat," jelas dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harry mengungkapkan, agar kejadian ini tidak terulang lagi ke depannya bandara akan dilengkapi dengan alat-alat canggih. Polisi juga akan bekerja sama dengan beberapa instansi terkait.
"Ke depannnya, pihak-pihak yang terkait dengan airport untuk mempercanggih alat-alatnya karena alat kita belum mampu mendeteksi. Secara lintas instansi juga akan dilakukan kerjasama," tandas dia.
Heroin yang dibawa Unang disimpan di kapsul-kapsul yang disarukan di kaleng cokelat.
(nik/nrl)











































