Pengamatan detikcom, Rabu (15/4/2009), puluhan kendaraan pribadi tersebut didominasi oleh mobil pribadi milik PNS di lingkungan Sudinhub Jaksel.
Bahkan karena area parkir di kantor tidak cukup sehingga harus diparkir di Jalan Piere Tandean. Padahal, lokasi jalan tersebut menyempit dan berada di 100 meter sebelum perempatan Pasar Mampang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, akses busway ke kantor Sudin ini sangat strategis. Setiap pegawai yang naik koridor VI (Ragunan-Halimun) bisa turun di halte busway Pasar Mampang.
Lalu pegawai bisa berjalan kaki sejauh 300 meter atau 5 menit. "Kalau di sini yang naik bus TransJ ya yang pegawai rendahan. Kalau pejabatnya mana mau," kata salah seorang PNS yang tak mau disebut namanya.
Dishub merupakan lembaga yang merawat sarana dan prasarana bus TransJ seperti jalan, halte dan rambu-rambu.
Akibat menumpuknya kendaraan di depan kantor Sudin, kemacetan kadang mengular hingga ke depan pintu gerbang salah satu tv swasta di jalan tersebut. "Mana maulah pejabat naik busway," kata Andri, karyawan sebuah bank swasta di jalan tersebut.
(asp/aan)











































