"Sudah dua jam saya jalan berputar-putar kebingungan mencari jalan alternatif lain," ujar warga Kampung Baru Kebayoran Lama, Zainal (28) saat ditemui detikcom di Cipondoh, Tangerang, Selasa (14/4/2009).
Menurut Zainal, meskipun dari jarak 1 kilometer sebelum penggalian jalan ke arah Cipondoh sudah di tutup, namun masih banyak kendaraan yang nekat menerobos. Tak bedanya dengan Zainal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ikuti saja mobil di depan karena saya berpikir tidak semua ruas jalan juga yang ditutup," aku dia.
Namun, dugaan Zainal ternyata meleset. Jarak 200 meter dari lokasi penggalian jalan benar-benar ditutup. Zainal dan pengguna kendaraan lainnya pun terpaksa memutar kendaraan untuk mencari jalan alternatif lain.
"Ini yang buat saya berputar-putar karena saya awam dengan jalan-jalan di sini. Saya selalu melewati jalan Cipondoh ini saja," jelasnya.
Lain halnya dengan Zainal, Enin (36) justru kebingungan karena tak mendapati satu pun angkutan umum yang melewati jalan Cipondoh. Padahal menurutnya, angkot dengan Trayek Ciledug-Cikokol biasa melewati jalan yang dilaluinya.
"Akhirnya saya dan anak saya harus jalan kaki sampai 200 meter untuk dapat Angkot," keluh Enin.
Hingga kini, pemda Tangerang masih terus melakukan perbaikan pintu air Situ Cipondoh. Perbaikan sendiri diperkirakan akan selesi dalam waktu sepekan.
Sebagai jalan alternatif, warga dihimbau untuk menghindari jalan Cipondoh baik dari arah Ciledug ke Tangerang maupun sebaliknya. Sebagai alternatif, warga bisa melalui jalan Eretan atau berbelok melalui Kunciran, Tangerang.
(nov/ndr)











































