Demikian yang mengemuka dalam sidang Lia Eden di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Jakarta, Senin (13/4/2009). Sidang mengagendakan meminta keterangan 7 saksi. Namun hanya 3 saksi yang datang.
2 Dari 3 saksi yang akan dimintai keterangannya menolak untuk disumpah. Saksi tersebut Irsa Bastian, Arif Rosyad dan Bambang Jatmiko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat ketiganya diminta untuk bersumpah, Arif kemudian angkat bicara. "Minta kesempatan kepada majelis hakim untuk kami menaati ajaran kami yang tidak membolehkan untuk memberikan keterangan," kata Arif.
Permohonan Arif tersebut kemudian dilanjutkan oleh Bambang."Keterangan kami sepertinya tidak perlu disampaikan dalam persidangan ini," lanjut Bambang.
Ketua Majelis Hakim Subarhan kemudian mengatakan, "Bagi anda tidak perlu, tapi bagi persidangan perlu. Ada kewajiban warga negara untuk memberikan kesaksian di persidangan. Tolong difahami. Ini hanya sebuah kesaksian, bukan pembelaan."
Permintaan hakim itu tetap ditolak oleh Arif. Arif bersikukuh tak mau bersumpah memberikan keterangan sebagai saksi. "Kami mohon maaf kepada majelis hakim. Karena Tuhan belum membolehkan kami untuk memberikan keterangan," imbuh Arif.
Mendengarkan pengikutnya menolak, Lia Eden yang berada di ruang persidangan pun ikut angkat bicara. "Dalam fatwa Tuhan sesungguhnya tidak memperbolehkan kami membela diri. Ini fatwa Tuhan yang sangat berat. Mereka dilarang membela diri. Buat apa mereka ditanya lagi karena sebelumnya saya sudah mengakui semuanya. Silakan tuntut kami. Silakan hukum kami," pinta Lia.
Subarhan pun tetap melanjutkan persidangan dengan menyuruh ketiga saksi untuk bersumpah. "Baik silakan bersumpah bahwa apa yang disampaikan ke penyidik adalah benar," kata Subarhan.
Akhirnya ketiga saksi pun bersumpah. Sementara itu, saksi Irsa yang juga merupakan dosen salah satu universitas swasta mengatakan, mereka mengimani ajaran yang disampaikan Lia Eden sama dengan ajaran lain.
"Kami mengimani yang disampaikan adalah benar dari Tuhan. Ibu Lia hanya menyampaikan wahyu dari rohul kudus. Kami meyakini fenomena yang ada pada Ibu Lia sama dengan fenomena yang dialami utusan-utusan lain," tandas Irsa.
(gus/iy)










































