"Ganggguan keamanan di Papua itu hanya untuk menarik perhatian bahwa
eksistensinya ada. Kemungkinan itu bukan OPM selalu ada," kata Panglima TNI
Djoko Santoso di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/4/2009).
Pernyataan ini berdasar hasil penyelidikan kasus penyerangan terhadap
Mapolres Abepura, Papua. Sedangkan hasil olah TKP kasus ledakan depo Pertamina di Biak diketahui tidak ada unsur-unsur sabotase dalam kejadian 9 April dini hari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
belum menetapkan bahwa pelaku serangan adalah kelompok OPM atau lainnya yang lebih radikal.
Meski belum ada ancaman serius, tetap ditelusuri kemungkinan adanya
gerakan yang sistematis. Sebab serangan terhadap Mapolres Abepura itu terjadi tak seberapa lama setelah penembakan terhadap anggota TNI AD di tempat sama.
"Sedari awal kan ada terus tindakan-tindakan yang dilakukan mereka. Saat
sebelum pemilu sudah ada penyerangan posko, anggota TNI ditembak meninggal dan lainnya, itu sudah dilakukan berencana oleh mereka ," ujar Kapolri.
(lh/anw)










































