"Pelaku pembunuhan atas nama Mulyadi sudah tidak menjadi anggota sekuriti Gardatama sejak 8 April 2009," ujar Direktur Utama PT Gardatama Nusantara, Marsda TNI Purn Jeffrey ZA Baadilla.
Hal itu disampaikan Jeffrey dalam jumpa pers di kantor Gardatama Jl Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2009). Gardatama Nusantara adalah perusahaan outsourcing keamanan yang dikontrak oleh Blitzmegaplex.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jeffrey, Mulyadi tidak disiplin dalam tugas. Bahkan 5 hari setelah pembunuhan pada 17 Maret 2009, dia tidak masuk kerja.
Jeffrey membeberkan, Mulyadi bergabung ke Gardatama sejak 14 Februari 2009. Dalam rekrutmen, Mulyadi bersama calon satpam lainnya disarankan mengikuti pendidikan dasar (diksar) satpam selama 232 jam.
Jeffrey menuturkan, Gardatama mempunyai 4.000 satpam yang tersebar di seluruh Indonesia. Klien terbanyak dari sektor minyak. "Sejak berdiri pada 1997, baru kali ini terjadi (pembunuhan)," kata dia.
(nik/iy)











































