SBY juga telah diyakinkan oleh Menlu Hassan Wirajuda terkait masalah keamanan. Hassan kepada SBY mengatakan, para demonstran telah bersepakat dengan pemerintah Thailand untuk tidak menggelar aksi pada hari H KTT Asean di Royal Clifft, Pattaya.
"Ini pelajaran bagi kita," ujar SBY saat jumpa pers di Bandara militer U Tapao sesaat sebelum meninggalkan Thailand, Sabtu, 11 April 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar acara KTT ditunda, SBY pun tanpa banyak membuang waktu langsung memutuskan membawa rombongan putar balik ke Jakarta.
Para pemimpin negara Asean yang telah terjebak di hotel diangkut dengan helikopter untuk bisa masuk bandara. Untungnya, semua pemimpin negara termasuk PM Australia Kevin Rudd terselamatkan.
Sebelum meninggalkan negeri Gajah Putih, SBY dan rombongan sempat 'diungsikan' di Kantari Bay Hotel untuk makan siang dan istirahat. Usai makan siang, para rombongan mempunyai waktu sedikit untuk bersantai di halaman hotel yang berpanorama pantai indah.
Tak mau kehilangan momen, para jurnalis yang mengikuti acara ini mengabadikan dirinya untuk berfoto ria, sebagai barang bukti bahwa mereka pernah ke Thailand.
Total kunjungan ke Thailand ini kurang lebih 4 jam. Dua jam tertahan di bandara, dua jam sisanya untuk perjalanan bolak balik ke hotel untuk makan siang, jumpa pers, dan masuk ke pesawat.
"Ini adalah makan siang termahal," ujar SBY kepada wartawan di dalam pesawat sesaat sebelum mendarat di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta.
Tersandera selama beberapa jam di Thailand membuat SBY lupa akan kemenangannya dalam pemilu. "Saya sampai lupa pemilu, lupa koalisi, nyampai di sini ingat lagi," canda SBY.
Seorang jurnalis dari media cetak bercanda. "Wah, kita kayak orang kaya. Sarapan di Jakarta, makan siang di Thailand, dan makan malam di Jakarta lagi," celetuknya. (anw/sho)











































