"Bendungan itu retaknya sudah lama. Cuma karena dikhawatirkan akan jebol akibat hujan seperti di Situ Gintung, akhirnya warga panik dan mengungsi," kata Setda Kabupaten Dharmasraya, Mukhlis, saat dihubungi detikcom, Minggu (12/4/2009).
Mukhlis sendiri selaku Setda mengaku baru tahu sekarang kalau tanggul tersebut retak. "Saya sendiri baru tahu. Mungkin selama ini nggak pernah dilaporkan," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mukhlis, pihaknya telah menyediakan tempat pengungsian di sekolah-sekolah dengan tenda dan dapur umum. Mereka juga telah menyediakan perahu karet untuk mengangkut warga yang terjebak banjir.
Banjir itu, lanjut Mukhlis, tidak semata-mata terjadi karena retaknya tanggul. Hujan yang deras juga menjadi faktor penyebab banjir.
"Banjirnya nggak cuma karena tanggulnya retak, tapi karena hujan. Ada 7 titik banjir. Yang paling parah di nagari Bonjol dan Abai," kata Mukhlis.
Menurut salah seorang warga, bendungan tersebut milik PT Berantas. Sedangkan Mukhlis menyebutnya bendungan Abai Siat. (sho/djo)











































