"Dia bukan pembunuh bayaran dan merupakan pelaku tunggal," kata salah seorang penyidik yang enggan disebut namanya, Minggu (12/4/2009).
Usai membunuh Elen, Mulyadi mengambil tas dan HP milik Elen. Uang yang ada di dalam dompet milik Elen hanya Rp 35 ribu. Tas milik korban ditemukan polisi di kosan milik Mulyadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
HP itu kemudian dijual Mulyadi dengan harga Rp 400 ribu di sebuah counter HP di Kampung Rambutan, Jakarta Timur.
Mulyadi, Sabtu (11/4/2009) sebelumnya menyatakan ia hanya orang suruhan. Otak pembunuhan Elen, menurut Mulyadi berinisial S-G-A.
(nal/iy)











































