Demikian disampaikan Camat Dua Kali Sebelas Kayu Tanam, Rapini, kepada
detikcom melalui telepon, Jumat (10/4/2009). Selain merusak areal pertanian, banjir bandang kali ini juga menyebabkan empat jembatan rusak berat serta sembilan ternak milik warga hilang dibawa arus.
"Banjir bandang diawali dengan longsornya beberapa bagian bukit barisan yang terletak sekitar 5 kilometer dari areal persawahan penduduk akibat hujan lebat tanpa henti sejak pukul 15.00 WIB kemarin hingga pukul 02.00 WIB dinihari tadi," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
tersebut menimbun sekitar 60 hektar sawah siap tanam dan menghanyutkan
empat ekor kerbau dan sapi. Di Nagari Kapalo Hilalang dan Nagari Anduriang,
banjir bandang menimbun sekitar 40 hektare sawah, dan empat jembatan.
"Sejauh ini kita belum menerima laporan jatuhnya korban jiwa manusia dalam
kejadian tersebut. Namun demikian, banjir bandang dipastikan telah menyebabkan kerugian materil yang cukup besar," tukasnya.
Tiga Kecamatan Terendam
Selain banjir bandang di Kecamatan Dua Kali Sebelas Kayu Tanam, hujan lebat
juga menyebabkan tiga kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman terendam banjir tadi malam sekitar 3 jam. Kecamatan tersebut masing-masing Nan Sabaris, Ulakan Tapakis, dan VII Koto Sungai Sariak.
"Tiga kecamatan itu berada di sekitar jalur sungai Batang Mangor dan Batang
Ulakan yang meluap. Banjir dengan ketinggian mencapai 2-3 meter itu menggenangi beberapa nagari di tiga kecamatan itu di antaranya Nagari Lareh
Nan Panjang (Kecamatan VII Koto), Nagari Kurai Taji (Nan Sabaris), Nagari Ulakanย (Ulakan Tapakis)," ujar Kabag Humas Padang Pariaman, M Fadli.
Selain karena hujan lebat di hulu sungai, menurut Fadli, banjir itu menjadi
besar karena bertepatan dengan air pasang di laut. Untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, Pemkab Padang Pariaman mengevakuasi 18 KK yang tempat
tinggalnya berada di lokasi banjir dan dinilai membahayakan.
(yon/anw)










































