Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Papua, AKBP Nur Habri kepada detikcom, Kamis (9/4/2009).
Nur menceritakan kejadian penyerangan berawal ketika aparat kepolisian yang tengah berpatroli melihat 70 orang berjalan kaki dengan membawa senjata tajam mengarah ke Polsek Abepura pada Kamis pukul 01.15 WIT.
Aparat yang tengah patroli lalu menginformasikan ke Polsek Abepura. Baru saja aparat kepolisian menerima telepon, massa sudah berada di depan Mapolsek Abepura.
Massa beranggapan Polsek Abepura hanya dihuni anggota Polsek. Padahal, Polda telah menempatkan 1 pleton personel Brimob di Mapolsek.
Massa kemudian mengamuk dan menyerang. Polisi melepaskan tembakan peringatan. Bukannya aksi itu meredam, massa justru bertambah beringas dan terus menyerang personel yang ada di Polsek.
Polisi akhirnya mengarahkan tembakan ke arah massa. Akibatnya, 1 orang tewas dengan luka tembak, 3 orang luka-luka. 8 Orang, termasuk korban luka-luka kini ditahan di Polda Papua.
"Kita sedang melakukan pemeriksaan terhadap mereka," ujar Nur.
Situasi di Papua kini siaga I. Penyerangan diduga dilakukan oleh kelompok OPM. Polisi juga menemukan bom molotov yang dibawa oleh massa.
(aan/iy)











































