Wartawati AS Dituntut Atas Spionase, Terancam Hukuman Mati

Wartawati AS Dituntut Atas Spionase, Terancam Hukuman Mati

- detikNews
Kamis, 09 Apr 2009 09:59 WIB
Wartawati AS Dituntut Atas Spionase, Terancam Hukuman Mati
Teheran - Roxana Saberi, wartawati Amerika-Iran yang ditahan di Iran telah dituntut atas spionase untuk AS. Demikian diberitakan media Iran.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton sangat prihatin mendengar berita itu. Mantan ibu negara AS itu mendesak pembebasan segera wanita itu.

Saberi yang dilahirkan di AS ditangkap pada Januari lalu karena terus bekerja di Iran setelah kredensial persnya berakhir. Wanita berumur 31 tahun itu telah bekerja untuk media BBC, National Public Radio dan media lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saberi telah mengaku terlibat dalam kegiatan spionase. Demikian disampaikan pejabat Iran Hassan Haddad, seperti diberitakan media Iran, Press TV dan dilansir kantor berita Reuters, Kamis (9/4/2009).

"Dia telah dituntut dan cabang Pengadilan Revolusioner tengah menganalisa kasusnya sekarang," ujarnya.

Persidangan kasus Saberi akan dimulai pekan depan.

Sesuai hukum Iran, spionase bisa dijatuhi hukuman mati. Pada November 2008 lalu, pengadilan Iran menghukum mati seorang pengusaha Iran karena terbukti menjadi mata-mata untuk militer Israel.

Orangtua Saberi telah menjenguk wanita itu di penjara Evin, Teheran pada Seninn, 6 April lalu. Mereka tinggal di AS. Orangtuanya telah memohon pada pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei untuk membebaskan putri mereka.

Saberi berkewarganegaraan AS dan Iran. Namun pemerintah Teheran tidak mengakui status kewarganegaraan ganda. (ita/iy)


Berita Terkait