"Arif kabur. Kita nggak tahu apakah dia membunuh atau lari karena takut," kata salah satu karyawan salon, Parti (40), kepada detikcom di Polsektro Kramat Jati, Jl Melati, Jakarta Timur, Selasa (7/4/2009).
Parti mengatakan kecurigaannya itu berdasarkan barang-barang Arif yang biasa ada di salon tak lagi ada di tempatnya. Topi yang biasa dikenakan Arif juga tertinggal di dapur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karyawan lain, Yuni (25) dan Dian (20), mengaku sangat yakin pembunuh bosnya itu adalah Arif. Karena tidak ada karyawan lain selain Arif yang berada lebih dekat dengan Johnny pada saat kejadian.
"Kita yakin karena siapa lagi selain dia yang lebih dekat dengan Johnny tadi malam. Lalu pintu salon tadi terkunci rapi dan sekarang dia nggak tahu ada di mana," ujar Yuni.
Pantauan detikcom, saat ini 2 karyawan yang berada di salon, Ratno dan Sulia, masih menjalani pemeriksaan. Sementara kakak korban, Manurung, usai memberi keterangan di kantor polisi enggan berkomentar banyak dan langsung masuk ke mobil dan berlalu ke RS Sukamto tempat korban diotopsi.
Jhonny tewas di kamar mandi di salon miliknya. Jhonny ditemukan kakaknya dengan kondisi yang mengenaskan.
(gah/iy)











































