Jenazah korban yang dibawa pesawat Hercules tiba di Bandara Ngurah Rai, pukul 13.00 wita, Selasa (7/4/2009). Upacara serah terima jenazah pilot Kapten Pnbย I Gede Agus Tirta Santosa dipimpin oleh Komandan Lapangan Udara Bandara Ngurah Rai Letkol Pnb Umar Fathurrohman di bandara.
Upacara serah terima jenazah berlangsung khidmat. Peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih usung oleh petugas dari perut pesawat menuju mobil jenazah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai upacara serah terima, jenazah dibawa ke kampung halaman di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali. Rencananya jenazah akan dimakamkan Rabu sore, (8/4/2009).
"Upacara Ngaben dilakukan nanti, yang penting dimakamkan secara agama dan militer dulu," kata Ayah korban Nyoman Kuta.
Sementara itu, Danlanud Fathurrohman mengatakan bahwa pesawat naas ini sempat mampir selama satu jam di Bandara Ngurah Rai, pada 30 Maret 2009. Saat ini, Fokker 27 itu sedang melaksanakan latihan navigasi. "Pesawat ini meskipun buatan tahun 1976 tapi masih bagus dan layak terbang. Kecelakaan mungkin saja akibat
kesalahan manusia, pesawat, cuaca atau manajemen. Semua masih penyelidikan," katanya.
Pilot Gede kelahiran 8 Agustus 1978 adalah lulusan terbaik AKABRI AU tahun 2000. Ia meninggalkan istri Putu Nala dan dua anak, Ni Putu Tara(4) dan Nyoman Krisna (2,5).
(gds/djo)











































