Lettu Wahyu merupakan perwira komando angkatan XXIV Korpaskhas. Satu angkatan dengan Lettu Dhani Ariadi. Setelah lulus dari Akademi Angkatan Udara, keduanya menempuh pendidikan selama 7 bulan yang meliputi materi dasar komando, gunung hutan dan rawa laut di Korps baret jingga ini.
"Saya ingat dulu pernah sama -sama saat latihan komando," ujar rekan Wahyu yang sama-sama mengikuti pendidikan komando XIV, kepada detikcom, Selasa (7/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut rekan tersebut, Dhani juga sama. Bahkan kaki Dhani sempat cidera saat mengikuti latihan penyerangan amfibi di Pantai Cilaurereun, Pamengpeuk, Jawa Barat.
"Kakinya terluka, tapi dia tidak mundur. Saat ada latihan penyerangan, dia jalan berkilo-kilo meter. Itu namanya pasukan Komando," puji dia.
Setiap prajurit Paskhas memang harus mengikuti berbagai pendidikan. Pendidikan dibuka dengan pendidan para (terjun payung) dasar. Lalu ada pendidikan komando.
Pendidikan ini diakui sebagai pendidikan terberat. Aneka materi seperti heli borne, air ault, gerilya dan anti gerilya di pelajari di sini. Medan latihannya membentang ratusan kilometer, mulai dariย Lanud Sulaiman, hingga Garut Selatan.
Setelah menempuh pendidikan komando, barulah para prajurit Paskhas mendapat
pendidikan para lanjut tempur atau free fall. Namun belum mendapat brevet free fall, kedua perwira cemerlang ini tewas dalam kecelakaan pesawat.
(rdf/mad)











































