Korban terakhir kali berjumpa dengan keluarga tepat sebulan yang lalu. Saat itu korban berpamitan untuk pergi ke Lanud Husein Sastranegara, Bandung, bersama rekan-rekannya untuk mengikuti latihan tempur.Â
"Tepat sehari sebelum keberangkatannya, dia melepas semua foto-fotonya yang ada di dinding. Apa itu firasat yang dibuatnya, kami juga tidak mengetahui dan baru menyadarinya sekarang," kata Suyono (63), kakek korban saat ditemui sejumlah wartawan di rumah duka, Senin (6/4/2009) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga sama sekali tidak menganggapnya sebagai pertanda. Saat itu kami fikir mungkin dia lagi sedih akan meninggalkan keluarga di tempat yang jauh," ujar Suyono dengan nada sesal.
Meski demikian, apapun firasat yang baru disadari keluarganya saat ini dianggap tidak akan dapat mengembalikan korban. Dia mewakili seluruh keluarga besarnya mengaku ikhlas dan pasrah dengan takdir yang terjadi.Â
Pratu Danang yang merupakan putra pasangan (Alm) Tukiran dan Tutik, tercatat menjadi Anggota TNI AU sejak tahun 2005 dan masuk dalam Skuadron 404 Lanud Abdurahman Saleh. Jasad korban dijadwalkan akan tiba di rumah duka pada Selasa (7/4/2009) sekitar pukul 11.00 WIB, setelah sebelumnya dikirimkan melalui Lanud Iswahyudi, Madiun.
(bdh/mad)











































