Bandung -
Meski pesawat Fokker 27 buatan tahun 1976, pesawat tersebut terbilang masih layak untuk digunakan. Pihak TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengklaim tidak ada masalah dengan pesawat itu.
Hal ini ditegaskan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI AU Subandrio, saat jumpa pers di ruangan Komandan Lapangan Udara Husein Sastranegara, Bandung, Senin (6/4/2009). Ia menegaskan, pesawat itu merupakan pesawat latih yang biasa dipakai penerbang Angkatan Udara.
"Ya layak terbang, kalau tidak layak tidak mungkin penerbang mau pakai," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan, pesawat Fokker 27 jatuh di atap hanggar Aircraft System Bandara Hussein pada pukul 13.04 WIB. Burung besi buatan Belanda itu sudah 33 tahun melayani Republik Indonesia. Pesawat tersebut punya misi memberikan dukungan terjun paralanjut tempur A33. Rute pesawat bernomor ekor F27/A2703 itu Lanud Halim Perdanakusumah-Hussein Sastranegara-Drop Zone.
Saat disinggung soal sebab kecelakaan, Subandrio mengatakan sedang melakukan penyelidikan terhadap tragedi ini. "Sementara ini karena cuaca buruk," katanya.
(ern/asy)