"Rencananya akan berangkat dengan Garuda pukul 20.00 Wita nanti," kata Wayan Redika, paman korban, saat dihubungi detikcom melalui telepon, Senin (6/4/2009).
Wayan mengatakan, keluarga besar Gede tinggal di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Berita duka cita itu mereka peroleh sekitar 1 jam setelah kejadian.
"Saya sendiri sudah punya perasaan tidak enak saat membaca berita pesawat TNI jatuh di detikcom. Tapi saat itu kan belum ada data lengkapnya," tutur Wayan.
Menurut Wayan, keluarga menerima kejadian ini sebagai suatu musibah. Mereka hanya berharap proses identifikasi dan adminitrasi pengurusan jenazah berjalan lancar. "Jadi kita bisa segera membawanya pulang," ungkap Wayan.
Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Fokker 24 TNI AU meledak setelah menabrak hanggar Air Craft Service (ACS) PT Dirgantara Indonesia (DI) di Bandara Hussein Sastranegara. Diduga kuat, kecelakaan tersebut disebabkan cuaca buruk. Akibat kejadian itu, 24 orang tewas seketika.
(djo/nrl)











































