Sidang pun ditangguhkan sementara para anggota melakukan konsultasi lanjutan.
Β "Para anggota Dewan Keamanan setujuh untuk melanjutkan konsultasi mengenai tindakan semestinya oleh dewan sesuai tanggung jawabnya berdasarkan mendesaknya masalah ini," kata Duta Besar (Dubes)Meksiko untuk PBB Claude Heller kepada wartawan di markas besar PBB di New York seperti dilansir AFP, Senin (6/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Rusia, China, Libya, Uganda dan Vietnam meminta dewan menahan diri sehingga tidak membahayakan pembicaraan nuklir enam negara mengenai perluncuran nuklir Korut.
Pemerintah AS dan Jepang yang meminta digelarnya sidang DK PBB itu, menganggap peluncuran roket Korut merupakan pelanggaran resolusi 1718 DK PBB.
Sesuai resolusi itu, Korut dilarang melakukan uji coba nuklir ataupun meluncurkan rudal balistik. Resolusi itu diadopsi tahun 2006 lalu setelah rudal Korut diluncurkan pada 5 Juli dan digelarnya uji coba nuklir pada 9 Oktober tahun yang sama.
Dubes AS untuk PBB Susan Rice mengatakan, konsultasi lanjutan akan dilakukan untuk membahas isu itu. Dan dalam beberapa hari mendatang, ujar Rice, mereka akan mencoba menyepakati respons yang jelas dan kuat dari dewan.
(ita/nrl)











































