Korban Lebih Suka Ngontrak Dibanding Pindah ke Kertamukti

Tragedi Situ Gintung

Korban Lebih Suka Ngontrak Dibanding Pindah ke Kertamukti

- detikNews
Minggu, 05 Apr 2009 15:44 WIB
Korban Lebih Suka Ngontrak Dibanding Pindah ke Kertamukti
Jakarta - Sebanyak 34 keluarga korban tragedi Situ Gintung masih bertahan di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Mereka enggan dipindahkan ke Wisma Kertamukti sebab merasa kondisi di tempat baru tersebut kurang nyaman. Mereka ingin mengontrak.

"Kondisi di sana kurang nyaman," kata Iwan, korban Situ Gintung yang masih berada di tempat pengungsian di UMJ, Ciputat, Tangerang, Banten, Minggu (5/4/2009).

Pengungsi lainnya Musman (27) menjelaskan perwakilan pengungsi sudah mengecek kondisi Wisma Kertamukti. Ternyata tempat penampungan yang dijanjikan baru selesai 60 persennya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang sudah tersedia adalah gedung Kertamukti yang bentuknya seperti aula. Diberi sekat-sekat untuk 11 KK. Diutamakan untuk lansia," cerita Musman.

Sementara Musyarofah (50) mengaku lebih memilih mengontrak karena terbiasa hidup di rumah sendiri. "Kalau di Kertamukti berbagi rumah dengan orang lain nggak nyaman. Suami saya masih mencari kontrakan," jelas Musyarofah.

Dahlia (45) dan Tiot (65) juga memberi pernyataan senada dengan Musyarofah. Namun sementara mencari kontrakan, mereka bersedia pindah ke Kertamukti. "Saya pasrah saja. Yang penting dapat tempat tinggal," katanya.

Koordinator pengungsi posko UMJ, H Dahrone, mengatakan warga keberatan pindah ke Wisma Kertamukti karena lokasi yang agak jauh dan akan menambah biaya transport. Ia menuturkan beberapa RT/RW ada yang menyediakan kontrakan yang digratiskan untuk 3 bulan pertama.

Sedangkan koordinator Posko Utama UMJ Rahmad Salam, mengatakan dari 48 KK yang mengungsi di kampusnya baru 14 KK yang sudah pindah ke Kertamukti. Sisanya akan dipindah secara bertahap.


(iy/yid)


Berita Terkait