"Kayaknya tempatnya enak. Tapi kita kan belum coba, jadi belum tahu," ujar salah seorang pengungsi, Ratini (30), yang turut menengok tempat relokasi di Wisma Kertamukti, Ciputat, Tangerang, Sabtu (4/4/2009).
Pernyataan senada disampaikan Iwan Wibawa (17). Meski mengaku berat meninggalkan kampungnya, namun dia tidak punya pilihan lain.
"Habis gimana lagi? Keadaan udah kayak gini, kita ikutin aja. Sebenarnya banyak kenangan di sana. Tempat kecil saya juga di sana. Kalau ditinggal begitu saja nggak mungin. Tapi kita liat nanti lah," tuturnya.
Pengakuan Khairul Rahmat (39) masih serupa. Dia mengaku cukup puas dengan keadaan tempat relokasi.
"Menurut saya tempatnya layak. Sudah hampir komplit. Tadi saya sudah melihat sampai ke dalam. Kemarin saya menolak karena belum tahu lokasinya," akunya.
Menurut dia, tempat relokasi itu lebih baik daripada tempat pengungsian, meski bagaimanapun tetap tidak bisa dibandingkan rumahnya dahulu. Dia berahap pemerintah bisa memberikan lebih baik lagi secara bertahap.
"Juga tolong dipikirkan bagaimana nasib tanah kami, surat-surat tanah kami. Apa akan digantikan berupa uang tunai atau tempat layak seperti rumah kami semula?," ucapnya.
Di Kertamukti tengah dibangun 48 unit rumah semi permanen terbuat dari batako. Pembangunannya ditargetkan selesai hari Minggu besok. Sebelum bangunan itu kelar warga diminta tinggal di tenda dan wisma Kertamukti.
(sho/sho)











































