"Kita serahkan bantuan yang kita terima sejak dari Jumat (27/3/2009) lalu hingga hari ini," ujar Koordinator Posko Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Cahyarini di kampus UMJ, Cireunde, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2009).
Menurut Cahyarini, pihaknya tidak mengambil atau memotong sepeser pun uang bantuan yang diserahkan kepada para korban.
"Uang ini belum termasuk uang amanah yang meminta untuk langsung dibagi saat itu juga. Jadi kita tidak tahu total uang yang berada ditangan para korban," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan jumlah uang seperti itu tidak mungkin dapat rumahkan?" katanya.
Lebih lanjut Sri mengatakan, jika bantuan uang tunai yang diterimanya ditotal dengan sumbangan yang diberikan langsung oleh para pendonor, itu tetap tidak akan mampu untuk membangun sebuah rumah.
"Gimana mau bangun rumah, jika amplopnya berisi Rp 30 sampai 50 ribu rupiah," pungkasnya.
(fiq/lrn)










































