Seorang anak buah kapal, Syahdan Idris menceritakan, kapal naas itu berangkat dari Pelabuhan Poto Tano menuju Pelabuhan Lombok, Sabtu (4/4/2009) pukul 03.30 WIB.
Saat itu, cuaca amat baik. Namun tiba-tiba setelah satu jam berlayar, kapal diterjang ombak setinggi 5 meter dari arah samping.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dikendalikan," kata Syahdan kepada detikcom.
Sebagian besar penumpang tengah tertidur pulas saat peristiwa itu berlangsung. Kapal pun tidak terlalu penuh. Hanya ada tujuh kendaraan roda empat, dan sejumlah motor. Ada satu truk dan satu bus.
Begitu kapal oleng dan terguncang, para penumpang terbangun dan panik.Β Kapal terombang ambing dihantam gelombang tidak kurang dari lima menit. Guncangan itu, memporakporandakan dek tempat kendaraan.
Satu truk berisi muatan gabah dan pakaian rombengan seberat 20 ton terbalik dan menimpa kendaraan kijang innova yang diparkir persis di sampingnya. Kendaraan innova itu langsung gepeng.
Pemilik Innova, Totok Daryanto, yang saat itu tengah tertidur pulas dalam kendaraan tewas tergencet. Sementara itu, sopir Totok, Agus Hakim, selamat, setelah melompat. Agus mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya akibat benturan.
Setelah kejadian itu, lanjut Syahdan, kapal terus berlayar hingga 5 jam. Padahal pada kondisi normal, jalur pelayaran ini hanya ditempuh dalam 1,5 jam.
"Kapal belum bisa berlayar lagi karena masih harus menjalani proses
pemeriksaan oleh kepolisian. Kapal juga akan menjalani pemeriksaan, khawatir ada kerusakan akibat terjangan ombak itu," ujarnya.
Jenazah Totok, warga Sumbawa Besar, divisum di Puskesmas Peringgabaya. Sementara truk dan mobil kijang innova kini diamankan Polsek Pringgabaya.
(aan/aan)











































