Hal itu dikatakan dia karena Theresia terlalu berani dalam mengungkap kasus aborsi. "Lembaga mungkin menilai dia terlalu bersemangat. Dia tidak melihat 'teman' saat menangani kasus. Itu yg menyinggung orang lain (rekan/atasan), sehingga dia jadi sasaran untuk 'dilenyapkan'," kata Adrianus saat dihubungi wartawan, Jumat (3/4/2009).
Sebagai Kepala Polsek, Adrianus menilai, Theresia sudah bekerja secara benar dan sesuai hukum. "Dia sudah benar dalam kerja," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemungkinan kedua, dia memang ditarik ke Polda dalam masa transisi untuk dipromosikan," jelasnya.
Sementara itu, Theresia saat dikonfirmasi, membenarkan adanya demosi tersebut. Theresia sendiri masih merasa heran atas kepindahannya tersebut.
"Saya sendiri heran. Hingga saat ini, pihak Polres tidak menyampaikan apapun kepada saya sehubungan kepindahan tersebut," kata Theresia saat dihubungi secara terpisah.
(mei/anw)










































