Operator Busway Kecewa Beli Gas Bonus Air

Operator Busway Kecewa Beli Gas Bonus Air

- detikNews
Jumat, 03 Apr 2009 14:20 WIB
Operator Busway Kecewa Beli Gas Bonus Air
Jakarta - Siapa sangka Bahan Bakar Gas (BBG) kendaraan busway mengandung air di dalamnya. Akibatnya, mesin busway bisa cepat rusak jika terus-terusan kemasukan air.

"Kita beli gas bonus air, air ini merusak instalasi permesinan. Besar kandungan airnya sebesar 12-13 Lbs/MMSCF titik air dalam tiap tabungnya. Tiap tabungnya berisi 180 liter gas yang seluruhnya berjumlah 6 tabung gas," ujar Direktur Operasional Transbatavia Jabes Sihombing usai rapat kerja dengan Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (3/4/2009).

Menurut Jabes, jika air ini masuk ke dalam komponen mesin, maka akan merusak seluruh komponen mesin yang ada pada busway tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita pernah minta Petross untuk periksa dan terdapat sekitar 47,17 titik air yang seharusnya standarnya hanya 2-3 titik air. Dalam setiap pengurasan yang dilakukan 6 bulan sekali, kita dapatkan 12 liter air," terangnya.

Saat ditanya apakah ini bisa menyebabkan terjadinya kebakaran busway, Jabes membantah. "Nggak, belum ada kaitannya. Tapi dengan akumulatif bisa mengarah ke situ," jawabnya.

Pada kesempatan ini Jaber selaku operator dari Trans Batavia mengakui kinerja Petross sebagai pemilik 2 SPBG di jalan Perintis Kemerdekaan dan Rawa Buaya menurun.

"Karena salah satu mesinnya rusak di salah satuย  SPBG rusak," keluhnya.

Karena kerusakan ini, seringkali dari pihak operator begadang untuk mengisi BBG di SPBG.

"Akibatnya kita tidak bisa mengistirahatkan armada kita karena harus antre pada pukul 24.00," pungkasnya.

Pada pertemuan dengan pihak legislatif, pihak eksekutif yang diantaranya Pemprov DKI Jakarta, PT Petross Gas dan Badan Layanan Umum (BLU) tidak menghadiri pertemuan ini.

(fiq/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads