Dalam pertemuan tingkat tinggi G-20 di London, Inggris, Obama dan Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Myung Bak mengeluarkan statemen bersama mengenai rencana peluncuran roket Korut tersebut.
Dalam pernyataan bersama itu, Obama dan Lee setuju untuk memberikan respons yang keras dan bersatu jika Korut meluncurkan rudal jarak jauhnya. Demikian seperti dilansir News.com.au, Jumat (3/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses pengisian bahan bakar ini bisa berlangsung beberapa hari. Diperkirakan Korut akan meluncurkan roketnya pada Sabtu, 4 April besok.
AS dan negara-negara sekutu seperti Jepang dan Korsel menentang keras rencana peluncuran itu. Mereka mengkhawatirkan peluncuran satelit itu sebagai trik Korut untuk melakukan uji coba rudal jarak jauh yang secara teoritis bisa menjangkau wilayah Alaska dan Hawaii di AS.
Sejumlah anggota Senat AS bahkan mendesak Obama untuk memerintahkan penembakan roket itu jika memang membahayakan AS atau sekutu.
Namun pemerintah Korut bersikeras bahwa peluncuran satelit tersebut semata-mata sebagai program ruang angkasa biasa.
(ita/iy)











































