"Jika Jepang dengan ceroboh 'mencegat' satelit DPRK (Korut) untuk tujuan damai, KPA dengan tanpa ampun akan memberikan pukulan mematikan bukan hanya pada alat-alat pencegat yang telah dikerahkan, tapi juga pada target-target besar," demikian statemen militer Korut, Korean People's Army (KPA) seperti dilansir AFP, Kamis (2/4/2009).
Negeri komunis itu bersikeras bahwa tak ada yang berhak menghalangi rencananya untuk meluncurkan satelit komunikasi yang kemungkinan dilakukan antara 4-8 April. Peluncuran satelit itu dikatakan Korut sebagai program ruang angkasa biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pejabat senior militer AS, Korut hari ini telah mulai mengisi bahan bakar ke roketnya. Ini diartikan bahwa Korut telah dalam tahap akhir untuk peluncuran roket.
Jepang dan AS telah mengerahkan alat penghancur rudal Aegis untuk memonitor peluncuran tersebut. Korea Selatan (Korsel) juga kabarnya telah mengirimkan Aegis.
AS dan sekutu telah sepakat untuk merespons dengan tegas atas peluncuran tersebut. "Apakah itu satelit atau rudal, teknologinya tetap sama," kata Menteri Pertahanan Korsel Lee Sang-Hee.
"Bahkan jika itu satelit, teknologi di belakangnya bisa dialihkan untuk penggunaan pada rudal. Itu pandangan Korsel dan AS," imbuhnya.
Korut sebelumnya telah mengingatkan bahwa setiap upaya pencegatan roket berarti perang.
(ita/iy)











































