Dalam surat penyerahan kekuasaan tersebut, Badawi meminta agar Raja Malaysia berkenan melantik Najib Tun Razak sebagai PM Malaysia yang baru hingga 2013.
Badawi tiba di Istana Negara dengan menaiki Proton Perdana bernomor WCH 13 dan meninggalkan istana satu jam kemudian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang Dipertuan Agung juga telah berkenan agar pelantikan, pengangkatan sumpah setia dan sumpah simpan rahasia oleh Najib Tun Razak sebagai Perdana Menteri diadakan jam 10 pagi, Jumat 3 April di Istana Negara," kata Hassan, Kamis (2/4/2009).
Badawi menduduki kursi PM Malaysia menggantikan pendahulunya, Mahathir Muhammad, sejak 31 Oktober 2003. Namun dalam pemilu 2008, Barisan Nasional pimpinan Badawi mendapat kekalahan yang cukup telak dibanding pemilu sebelumnya. Yakni 5 distrik yang sebelumnya dikuasai Barisan Nasional (BN), terlepas dan dikuasai kelompok oposisi.
Menyusul kekalahan tersebut, Mahathir menyatakan keluar dari UMNO yang menjadi partai terbesar dalam BN sebagai ungkapan kekecewaan. Mahathir kembali masuk ke UMNO pada Kongres Nasional UMNO yang digelar 24-28 Maret lalu.
Adapun Najib terpilih secara otomatis sebagai presiden UMNO menggantikan Badawi. Dengan peralihan kekuasaan di tubuh UMNO tersebut, maka secara otomatis berdasarkan sistem politik yang berlaku di Malaysia, Najib bakal menggantikan Badawi sebagai PM.
(ita/ita)











































