Kabar David Berteriak 'They Want to Kill Me' Akan Diverifikasi

Mahasiswa RI Tewas di NTU

Kabar David Berteriak 'They Want to Kill Me' Akan Diverifikasi

- detikNews
Rabu, 01 Apr 2009 16:21 WIB
Kabar David Berteriak They Want to Kill Me Akan Diverifikasi
Jakarta - Berbagai isu berhembus seputar kasus tewasnya David Hartono Widjaja, mahasiswa Indonesia di kampus Nanyang Technology University (NTU), Singapura. Salah satunya adalah terdengarnya teriakan "they want to kill me!" oleh seorang office boy NTU sesaat sebelum David ditemukan tewas.

Bila itu teriakan David, artinya pada saat kejadian dia dikejar oleh lebih dari satu orang. Demi membuktikan kebenaran kabar tersebut, sekelompok penggiat citizen journalism asal Indonesia akan membentuk tim untuk melakukan verifikasi terhadap bukti-bukti kasus tewasnya David dan penusukan Profesor Chan Kap Luk di kampus NTU, 2 Maret silam.

"Kalau kita dapat siapa 'they' itu, maka ceritanya bisa panjang," kata Iwan Piliang, koordinator tim verifikasi, dalam keterangan pers di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2009).

Kesaksian lain hendak mereka verifikasi adalah pengakuan seorang mahasiswa asal Iran yang mengaku melihat David menusuk punggung Profesor Chan. Padahal faktanya pada saat kejadian Profesor Chan sedang duduk bersandar dan di sandaran kursinya tidak ditemukan bekas darah.

Kuat dugaan ada konspirasi dengan kepentingan ekonomi di balik tewasnya David. Teknologi 3D CCTV yang sedang disusun David sebagai tugas akhir nampaknya menarik perhatian pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkannya untuk digunakan lebih lanjut dalam lingkungan pertahanan.

"Teknologinya sangat canggih. Aplikasinya untuk penginderaan seperti mencari orang dalam kerumunan berdasar identifikasi retina ataupun sidik jari," papar Iwan.

Sementara ini tim verifikasi swakarsa itu masih terdiri dari 12 orang blogger dan 30 orang anggota komunitas INV (Intelligent Network Video). Karena tidak ada dukungan dari KBRI di Singapura atau Kedubes Singapura di Jakarta, maka untuk bisa melakukan verifikasi tim ini akan menempuh jalur-jalur informal.

"Jalan yang kita tempuh adalah jalan informal untuk menembus misteri kematian David. Kesulitannya adalah tidak ada akses dari pihak Singapura. Presiden Indonesia juga mendiamkan saja," ujar Iwan.

"Kami meminta pemerintah bisa memberikan bantuan karena adik saya dibunuh, bukan lagi membunuh," tambah William Hartono Widjaja, kakak David, yang ikut hadir dalam keterangan pers sore ini. (lh/iy)


Berita Terkait