Pertemuan digelar di Suite 604 Grosvenor House, JW Marriott Hotel yang berada di kawasan Grosvenor Square, London, Selasa (31/3/2009) waktu setempat.
Saat mengawali pembicaraan dengan Cameron, SBY mengucapkan bela sungkawa terlebih dulu. Anak lelaki Cameron meninggal dunia beberapa hari lalu, setelah sakit beberapa lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, Cameron menyampaikan terima kasih atas kesempatan bertemu SBY. Dia berharap Partai Konservatif yang dipimpinnya bisa meningkatkan kerjasama dengan Indonesia. SBY juga berharap yang sama.
Pertemuan SBY dengan Cameron cukup menarik. Sebab, Cameron saat ini bukanlah pemimpin partai yang memerintah Inggris, tapi sebagai oposisi.
Namun, pertemuan ini dianggap sebagian pihak sebagai pertemuan yang strategis. Sebab, saat ini nama dan popularitas Partai Konservatif sedang naik daun. Dalam berbagai polling, Partai Konservatif mengalahkan popularitas Partai Buruh, partai yang dipimpin Gordon Brown, Perdana Menteri saat ini.
Dalam berbagai kesempatan, Cameron menantang Partai Buruh untuk bersaing dalam pemilu mendatang. Diperkirakan, dengan naiknya popularitas Partai Konservatif, maka partai ini diprediksi menguasai pemerintahan pada pemilu berikutnya.
Pertemuan SBY dengan Cameron tidak berlangsung lama, hanya sekitar 30 menit. Presiden SBY didampingi oleh sejumlah menteri dan para pejabat Deplu.
Seusai bertemu Cameron, SBY memberikan ceramah di kampus London School of Economic and Political Science. Setelah itu, SBY bertemu Perdana Menteri Australia Kevin Rudd di Gosvernor House. (asy/nik)











































