Menurut Mehsud, serangan itu sebagai balasan atas serangan-serangan rudal AS pada basis-basis militan Taliban di perbatasan Pakistan-Afghanistan.
"Tak lama lagi kami akan melancarkan serangan di Washington yang akan membuat kagum semua orang di dunia," kata Mehsud.
Dalam wawancara dengan stasiun radio lokal, Dewa, Mehsud mengatakan Gedung Putih merupakan target serangannya. Demikian seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Rabu (1/4/2009).
Namun FBI menanggapi enteng ancaman Mehsud. Menurut juru bicara FBI Richard Kolko, Mehsud sebelumnya pernah membuat ancaman serupa namun tak ada indikasi dia akan melakukannya.
"Dia telah membuat ancaman serupa pada AS di masa lalu," ujar Kolko.
Mehsud telah lama diburu AS. Pemerintah AS bahkan menjanjikan hadiah uang sebesar US$ 5 juta untuk penangkapan Mehsud.
Pemerintahan terdahulu Pakistan dan CIA menganggap Mehsud sebagai tersangka utama kematian mantan Perdana Menteri (PM) Pakistan Benazir Bhutto pada Desember 2007 lalu. Pejabat-pejabat Pakistan bahkan menuduh pria itu melindungi para pejuang asing termasuk mereka yang terkait jaringan teroris Al Qaeda.
(ita/nrl)











































